"Pasangan ideal, adalah pasangan yang keduanya bisa saling melengkapi kekurangan satu sama lainnya bukan malah saling mencari celah dan kekurangan pasangannya, kala salah satu pihak membutuhkan maka bisa ditutupi oleh yang lain."
Sering kita menganggap kebaikan pasangan kita adalah hal biasa yang
lumrah kita dapatkan, namun kala suatu hari nanti salah satu dari kita
tiada mungkin kita akan lebih merasa berapa berharganya keberadaan
pasangan kita dalam keseharain menemani kita.
Berikut adalah kisah dibeberapa belahan dunia yang dapat menyadarkan,
memberi rasa syukur dan memberikan arti sesungguhnya dari kesabaran,
ketulusan, keikhlasan dalam sebuah hubungan.
Menurut filsafah kuno yang menganalogikan jari-jemari, dimana kelima
jari kita memiliki ruang begitu pula orang lain, tapi ketika orang lain
itu menggenggam tangan kita maka seluruh ruang diantara himpitan
jari-jemari ini menjadi terisi. Begitu pula dengan sepasang kekasih yang
memang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Dimana fisik bukanlah menjadi
faktor utama terciptanya sepasangan kekasih/ suami-istri yang sempurna,
seperti bebrapa kisah ini:
1. Taylor Morris dan Daniella Kelly
Bahwa ketulusan cinta sejati itu luar biasa. Demikianlah yang
ditunjukkan Daniella kepada Taylor kekasihnya. Taylor Morris adalah
seorang peneliti yang bekerja di angkatan laut. Saat itu usianya 23
tahun dan harus bertugas. Ia mengalami kecelakaan parah dalam tugasnya
tersebut. Kedua kaki dan tangannya terpaksa harus diamputasi karena
ledakan yang parah.
Kekasihnya Daniella tak lantas pergi meninggalkannya. Ialah yang menjadi
sumber semangat bagi Taylor. Dan saat Taylor memperoleh penghargaan
militer, ia lebih ingin menyematkannya pada Daniella, pahlawan baginya.
"Semuanya akan terasa sangat berat bila Daniella tak mendukungku dan berada di sisiku sepanjang waktu. Ia pahlawanku."
Gambar :





